kisah kyai pati pelecehan seksual

Sebuah kisah kesaksian kyai pati pelecehan seksual tentang pelecehan di kereta menjadi perbincangan di media sosial baru-baru ini, mengangkat kembali masalah rentannya perempuan terhadap kejahatan pelecehan seksual di ruang publik.

Awal pekan ini pengguna aplikasi percakapan Line, Chrisna, menceritakan kisah ‘horor’ yang dia saksikan: seorang pria mulai menggesekkan kemaluannya ke badan seorang perempuan di KRL yang padat penumpang.

“Saya melihat dia mulai mendekati wanita dan mulai menggesekan penisnya ke arah tersebut […] korban hanya diam dan hanya bisa mengganti posisi,” katanya. “Akhirnya korban pertama pun turun, selanjutnya korban wanita yang kedua pun ingin turun, otomatis mendekat ke arah pelaku dan dia melakukan hal yang sama.”

Chrisna tidak sendiri, sejumlah orang yang membaca unggahan ini pun bercerita tentang pengalaman mereka yang melihat dan bahkan mengalami sendiri pelecehan seksual itu.

“Saya mau menangis, tapi karena ramai saya tahan,” kata satu pengguna yang mengatakan bahwa pelaku menghimpit dan menarik bajunya di kereta yang padat.

Warga pati Limo Depok Geger Ada Predator sodomi

Warga yang bermukim di wilayah Jalan Rotan, RW 1, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, mendadak geger, Kamis (13/4/2017) sore.

Penyebabnya sejumlah warga memergoki seorang pria yang tak dikenal, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap balita perempuan berusia 4,5 tahun, warga setempat, di salah satu rumah kontrakan di sana. pati

 

Pencabulan oleh pria predator anak itu dilakukan dengan memanfaatkan kelengahan orangtua korban.

diketahui hanya menumpang di rumah seorang rekannya yang mengontrak di rumah kontrakan di sana.

Sementara si pengontrak mengaku tidak mengenal dekat dengan pelaku.

Kepala Kepolisan Sektor Limo, Komisaris Imran Gultom mengatakan pihaknya sudah mendatangi lokasi kejadian, Kamis sore.

Menurut Imran, pihaknya bersama penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polresta Depok sudah memeriksa sejumlah saksi mata yang memergoki pencabulan.

Dari sana, polisi sudah mengantongi dan mengetahui ciri-ciri pelaku serta identitasnya.

Selain itu, Unit PPA Polresta Depok juga telah membawa korban dengan didampingi orangtuanya dan ketua RT setempat ke Polresta Depok, untuk divisum.