Kiai angkat suara

Jakarta – Imam Besar kiai Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab, angkat suara terkait beredarnya foto atau video yang berisi percakapan diduga antara dirinya dengan seorang perempuan Firza Husein, yang mengandung kata-kata dan gambar pornografi, di media sosial.
“Baik, tentang beredarnya ada rekaman yang mengatasnamakan Firza Husein, juga saya, sekali lagi saya katakan itu semua adalah fitnah,” ujar Rizieq, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (1/2).
Dikatakannya. Firza Husein juga sudah menyampaikan bantahan melalui juru bicaranya, dan menolak kebenaran rekaman suara, foto atau chat yang ada pati.
“Sama sekali beliau tidak bertanggungjawab dan tidak tahu menahu, bahkan beliau marah dan akan melakukan penuntutan terhadap yang melakukan rekayasa itu,” ungkapnya.
Rizieq pun tak mau ambil pusing terkait beredarnya foto dan video rekaman suara itu.
“Ada pun soal fitnah semacam ini, saya ini sudah kenyang difitnah. Difitnah beristri enam, sodomi laskar, selingkuh sama perempuan, kemudian difitnah terima sogokan 100 miliar, difitnah serobot tanah negara, difitnah menghina Pancasila, anti Bhinneka Tunggal Ika, jadi sudah segudang yang ada. Jawaban saya atas fitnah-fitnah ini cukup, Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil, Ni’mal Maula Wa Ni’man Nasir,” katanya.

Powered by WPeMatico

sodomi kyai

HABIB HOMO PART 2
Gatra berhasil memperoleh testimoni sejumlah korban. Salah satunya, sebut saja Mamat, yang mengaku dicabuli Hasan sejak 2002 sampai 2006, ketika berusia 18-22 tahun.
Modusnya belum separah korban pasca-2006. Saat punya hasrat, Hasan memanggil korban ke kamarnya via SMS, telepon, BlackBerry Messenger (BBM), atau pesan Facebook.
Saat sang HABIB HOMO mengajak oral seks: “spg yuk…”
Gatra memperoleh copy perbincangan pesan Facebook Hasan dengan akun “Mengemis Doa Kalian” dengan salah satu muridnya. Ada beberapa istilah dan kode khusus yang dipakai. Misalnya, Hasan mengajak “spg”, “dicolein”, membawa “vcd beef”, minta “ditelen”, “yg hot ok”, atau “musti lebih hebat mainnya”.
Pesan lain mengisyaratkan permintaan murid beraksi berdua di depan Hasan.
“Kami disuruh mijitin,” kata Mamat saat ditemui Gatra, Kamis pekan lalu, usai mengadu ke KPAI. Setelah memijit kaki, Mamat ditawari untuk dibersihkan hati dan nafsunya. “Saya disuruh nyium bibirnya, nelen ludahnya, dan nyium dadanya,” tutur Mamat.
Hasan minta diperlakukan bagaikan pacar Mamat. “Lampiasin semua nafsu ente ke ane kalau ente mau dijaga nafsunya sama ane,” kata Hasan, ditirukan Mamat. Hasan mengklaim, tindakan itu dilakukan dalam kapasitas sebagai wali. “Ini hal wali. Ane melakukan ini buat ngeredam nafsu ente supaya nggak liar,” tutur Hasan.
Awalnya Mamat pati percaya. Pada 2006, Mamat pati melawan. Lantaran diminta mencopot sarung Hasan. Tahun 2007, Mamat keluar dari NM. Ia tak bercerita kepada keluarga. “Saya malu,” katanya. Ketika kasus ini meledak pada 2011, Mamat tak bisa lagi menyimpannya. Apalagi, adik kandungnya, sebut saja Andi, 19 tahun, juga jadi santapan Hasan.
Andi dicabuli sejak 2006, ketika berusia 13 tahun. Mamat  pati marah besar. “Saya tidak bisa toleransi lagi. Ini bukan wali. Saya harus menghentikan,” ungkapnya, geram. Kepada Andi, Hasan meyakinkan hendak menghilangkan kejahatan dalam tubuhnya. “Daripada nanti kebejatan ente dibuka Allah di Padang Mahsyar, lebih baik dibuka ke ane. Biar ane yang nanggung,” kata Hasan.
“Adik saya disuruh cium bibir, nelen ludah, gigit lidah, kemaluannya dipegang-pegangin,” ungkap Mamat. Kepada korban lainnya, perilaku Hasan lebih buas. Hasan sampai melakukan sodomi dan oral sex. “Kalau oral, sampai ada gaya 69 segala,”papar Mamat.
Kepada korban, Hasan royal. Mereka diberi uang saku Rp 50.000 sampai Rp 700.000. Ada yang dikasih ponsel. Doktrin kewalian pembungkus aksi cabul itu, kata Mamat, disampaikan secara pribadi, tidak dalam pengajian terbuka.
Perilaku Hasan makin merajalela sejak 2006. “Karena dia mulai punya rumah sendiri,” katanya. Sebelum itu, Hasan menumpang tinggal berpindah-pindah pada sejumlah jamaah kaya pencinta habib. Pada 2002, menurut kyai Mamat, aksi cabul Hasan pernah terbongkar. Ada korban yang mengadu kepada keluarganya, tapi diselesaikan secara kekeluargaan. “Hasan ngaku dan taubat,” kata Mamat.
Kepada Mamat pati, Hasan pernah bilang, aksinya berhenti sendiri setelah menikah. kyai pati Mamat dan keluarga korban percaya dan sepakat meredamnya. Ternyata, setelah Hasan menikah pada 2004, aksinya berlanjut. Korban terbanyak adalah remaja yang sehari-hari tinggal di rumah Hasan di Gang Kahfi, Jagakarsa, untuk membantu operasional NM.
Salah satu korban yang dipaksa melakukan oral sex dan mengonani Hasan adalah Jeki, sebut saja begitu, sepupu Hasyim Assegaf, sosok berada yang pernah memfasilitas berdirinya NM. Gatra menemuinya usai melapor ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Selasa lalu. Aksi cabul Hasan, kata Jeki, untuk mengeluarkan setan dari tubuh korban.
Apakah korban menikmati? “Enggak, kami semua berat. Kami kayak dicuci otak, kalau nggak nurutin, nanti kualat,” kata Jeki kepada Taufiqurrohman dari Gatra. Ada keinginan keluar dari jerat Hasan. “Tapi kami tuh kaya terikat. Kami pengen keluar, tapi ada saja ancaman dalam batin. Ntar kami dimusuhin, dibilang durhaka, pokoknya diintimidasi,” katanya.
“Kami selama ini tertipu mata melihat dia punya murid ribuan, ditambah doktrin-doktrin itu.”
Selasa sore, saat di LPSK, Jeki tiba-tiba menerima BBM dari temannya yang masih bergabung di lingkaran Hasan. Sebut saja Isal. Ia menunjukkan gelagat ingin keluar. “Ana tidak bisa lagi bersandiwara atas hal ini. Ini fakta dan bukan hasud,” tulis Isal dalam BBM-nya kepada Jeki. Ia berharap, makin banyak temannya di lingkaran Hasan yang mau keluar.
Asrori S. Karni, Haris Firdaus, Mukhlison S. Widodo, dan Gandhi Achmad
[Laporan Utama, Gatra Nomor 15/18 Beredar Kamis, 16 Februari 2012]

Powered by WPeMatico

Kyai sodomi lagi

Apa yang dilakukan seorang kyai ini sungguh keterlaluan. Bukannya menjadi guru dan panutan, ia justru merusak masa depan santrinya. Kini ustaz yang mengajar mengaji di salah satu pesantren, kawasan Seunuddon menjadi buruan polisi.
Pasalnya, ia dituding telah menjadi pelaku tunggal aksi sodomi, terhadap lima orang santrinya. Dalih si pendidik agama tersebut, ingin mentransfer kepintaran kepada korban-korbannya. Para ABG lugu itu hanya bisa pasrah, saat tubuhnya digauli sang guru.
Menurut sumber Metro Aceh (Grup JPNN), AF (30) kabur dari pati pesantren setelah perbuatan mesumnya terbongkar. Bahkan  korban kebejatan ustaz cabul itu diduga lebih dari 5 orang, diantaranya masih setingkat SMP.
Diketahui juga sosok AF merupakan seorang ustaz sekaligus pimpinan, di  sebuah pesantren di Seunuddon. Modus dilakukan sang ustaz yakni merayu muridnya dengan cara sederhana, bahwa korban akan pintar seperti dirinya bila mau tidur bersama.
Bocornya aksi memalukan itu bermula saat ada seseorang yang memuji AF,  dan dia dianggap piawai dalam mencegah kemaksiatan. Tapi pujian itu justru diolok-olok oleh seorang remaja, yang tak lain adalah mantan murid ustaz dan juga jadi korban. Isu tak sedap itu berhembus cepat, hingga-hingga korban lainnya pun angkat bicara. Dan kasus ini-pun bergulir ke polisi.
Sementara Kapolsek Seunuddon, AKP Mardan P yang dimintai keterangan koran ini membenarkan kejadian tersebut. Bahkan, pihaknya sudah memintai keterangan dari 5 orang korban. Sedangkan pelakunya sudah kabur.
“Benar adanya dugaan sodomi, dan pihak kita  telah memintai keterangan 5 orang korban yakni mantan santri di pesantren tersebut. Sedangkan, yang membuat laporan resmi hanya orang tua salah satu korban sodomi. Untuk sementara perkara masih dalam penyelidikan pihak kita,” kata kapolsek.
Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, kasus dugaan sodomi ini terakhir terjadi dalam sebulan terakhir. “Kita minta kepada pelaku agar menyerahkan diri saja. Sebab, kemana-pun melarikan diri, tetap akan ditemukan juga,” tandas Kapolsek

Powered by WPeMatico

Sodomi di PATI

Sodomi adalah istilah hukum yang digunakan dalam untuk merujuk kepada tindakan seks “tidak alami”, yang bergantung pada yuridiksinya dapat terdiri atas seks oral atau seks anal atau semua bentuk pertemuan organ non-kelamin dengan alat kelamin, baik dilakukan secara heteroseksual, homoseksual. tapi ternyata kejadian tentang kegiatan sodomi tidak ditemukan

Powered by WPeMatico

Pati sodomi

Sepertinya kasus-kasus seperti ini akhirnya akan mengalami nasib yang sama dengan kasus-kasus serupa yang dilakukan oleh seorang ulama, kyai atau pemuka agama. benarkah hukum tidak bisa menyentuh tokoh-tokoh ini.
ada di jatim, jateng, jogja, pati dan sebagainya.
Sodomi adalah istilah hukum yang digunakan dalam untuk merujuk kepada tindakan seks “tidak alami”, yang bergantung pada yuridiksinya dapat terdiri atas seks oral atau seks anal atau semua bentuk pertemuan organ non-kelamin dengan alat kelamin, baik dilakukan secara heteroseksual, homoseksual, atau antara manusia
 

Powered by WPeMatico